TEO-ETIKA HINDU PADA PEMENTASAN TARI SAKRAL RANGDA DALAM PROSESI NAPAK SITI

  • Wirawan K
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada kajian ini, secara khusus menelisik lebih dalam tentang pementasan tari sakral Rangda pada prosesi napak siti melalui pendekatan Teo-etika Hindu. Melalui kajian ini, penulis berupaya menggali makna teologis dan etika pementasan tari sakral Rangda yang dipentaskan dalam setiap sritual napak siti atau mapinton ketika prosesi sakralisasi Barong-Rangda dilakukan. Prosesi â€œmenarikan” Rangda ini menjadi penting dilakukan sebagai sebuah proses “pengesahan”, bahwaRangda telah layak disebut sakral, dan berhak dijadikan objek pemujaan. Meskipun, Barong-Rangda sudah disakralkan melalui proses ritual, tetapi belum dilakukan proses napak siti, maka Barong dan adalah proses pemberkatan kepada pertiwi (bumi), dan dalam teologi Hindu pertiwi adalah Sakti dari Bhatara Siwa sebagai simbol kekuatan yang supream. Jadi, pementasan tarian napak siti ini menjadi hal yang menarik dikaji dalam upaya menggali makna teologi, estetik dan etika dalam menarikan Rangda sebagai pentasbihan, bahwa Rangda sudah terbukti sakral dan dapat dijadikan objek pemujaan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wirawan, K. I. (2021). TEO-ETIKA HINDU PADA PEMENTASAN TARI SAKRAL RANGDA DALAM PROSESI NAPAK SITI. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 21(1), 83–89. https://doi.org/10.32795/ds.v21i1.1667

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free