Makna Filosofis Tradisi Ambengan di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha Bagi Masyarakat Tulungagung

  • Hani Ananda Aprilisa
  • Bagus Wahyu Setyawan
N/ACitations
Citations of this article
95Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam artikel ini bertujuan untuk menggali makna filosofis tradisi ambengan di hari Idul Fitri dan  Idul Adha bagi masyarakat Tulungagung sebagi sumber sejarah budaya. Jenis data dalam penelitian ini berbentuk kualitatif yang berbentuk narasi, deskripsi, dan uraian terkait masalah tradisi Ambengan. Sumber data bersifat primer dan sekunder. Instrumen dalam penelitian yaitu berupa pedoman wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini, data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Jawa merupakan bentuk turun temurun dari leluhur kita. Sebuah tradisi yang harus dihadapi dan dilestarikan. Dalam masyarakat Tulungagung memiliki tradisi ambengan di saat hari raya Idul Fitri dan di hari raya Idul Adha. Tradisi yang ada dan turun temurun dan dilestarikan oleh masyarakat Tulungagung. Kata kunci : Makna Filosofis, Budaya Jawa,Tradisi Ambengan, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha

Cite

CITATION STYLE

APA

Hani Ananda Aprilisa, & Bagus Wahyu Setyawan. (2021). Makna Filosofis Tradisi Ambengan di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha Bagi Masyarakat Tulungagung. Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial Dan Budaya, 6(2), 153–161. https://doi.org/10.32492/sumbula.v6i2.4554

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free