Analyzing the Concept of Basyar as Human: A Semantic Study of The Qur’an

  • Latief M
  • Kusuma A
  • Nurrohman M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This study investigates the semantic implications of the term basyar as it pertains to the concept of humanity in the Qur’anic discourse. The research arises from the observation that the Qur’an employs a range of lexical choices to denote human beings, including nās, al-insān, basyar, banī ādam, al-insu, and al-marʾu, each carrying distinct contextual and conceptual connotations. The diversity of these terms reflects the Qur’an’s nuanced portrayal of human nature across different dimensions and circumstances. Focusing specifically on basyar, this study aims to delineate the unique aspects embedded within this term and how it informs the Islamic understanding of human identity. Methodologically, this is a qualitative literature-based study employing documentary analysis of primary sources such as the Qur’an and classical tafsīr works, including Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm by Ibn Kathīr, Tafsīr al-Marāghī by Ahmad bin Musthafa al-Marāghī, Mafātīḥ al-Ghayb by Fakhruddīn al-Rāzī, and Rūḥ al-Maʿānī by Shihābuddīn al-Ālūsī, among others. The findings suggest that while the concept of basyar aligns closely with the general notion of humanity, it conveys an elevated understanding marked by specific virtues. The study identifies five defining characteristics of human beings within the basyar framework: (1) prophethood as a human function, (2) creation from earthly elements, (3) the cognitive and existential dimension of basyariah, (4) the social interaction between genders, and (5) the inevitability of death as part of divine ordinance.Artikel ini membahas tentang makna kata basyar dalam pengertian manusia dalam Al-Quran. Penelitian ini berangkat dari persoalan berbagai diksi (kata) yang digunakan dalam Al-Quran untuk menyebut manusia. Beberapa di antaranya adalah nās, al-insān, basyar, banÄ« ādam, al-insu, dan al-mar`u. Ragam diksi yang disajikan dimaksudkan untuk memudahkan kita memahami manusia dalam berbagai jenis dan konteksnya. Penulis akan membahas manusia dalam konsep basyar untuk mendapatkan gambaran spesifik tentang konteks manusia seperti apa yang dimaksud. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dari Al-Quran dan dokumen-dokumen seperti buku-buku, artikel penelitian, dan publikasi lainnya. Penelitian ini mengambil data primer dari Al-Quran dan kitab-kitab tafsir, antara lain Tafsir Al-Quran al-'Aḍhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad bin Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Mafātiḥu al-Ghaib karya Fakhruddin Ar-Razi, Tafsir Ruḥ al-ma'āniy karya Shihabuddin as-Sayyid Mahmud Affandi Al-Alusi dan kitab-kitab tafsir lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa manusia dalam konsep basyar tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya, hanya saja terdapat keutamaan-keutamaan yang menjadikan konsep ini lebih unggul dibandingkan dengan konsep-konsep manusia lainnya. Penelitian ini juga merumuskan beberapa ciri-ciri manusia dalam konsep basyar, antara lain: 1) Kenabian (akhlak yang mulia), 2) penciptaan manusia dari tanah (unsur-unsur jasmani), 3) hakikat bashariah (berpikir), 4) persinggungan laki-laki dan perempuan (hubungan sosial), dan 5) kematian (takdir Tuhan)

Cite

CITATION STYLE

APA

Latief, M., Kusuma, A. R., Nurrohman, M., & Zarkasyi, H. F. (2025). Analyzing the Concept of Basyar as Human: A Semantic Study of The Qur’an. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 25(1), 57–72. https://doi.org/10.21154/altahrir.v25i1.9935

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free