ANALISIS PERHITUNGAN PERANCANGAN MESIN PENGERING BIJI KAKAO

  • Rovida C. Hartantrie
  • Saiful Bachri
  • Eka Maulana
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Biji kakao merupakan salah satu bahan dasar untuk membuat coklat. Sebelum diolah, biji kakao harus mengalami proses fermentasi dan pengeringan terlebih dahulu. Kendala yang dihadapi oleh petani biji kakao di Indonesia adalah harga mesin pengering biji kakao yang mahal dan perawatan yang tidak mudah. Untuk itu, perlu adanya alat pengering biji kakao yang disesuaikan dengan kebutuhan petani di Indonesia. Metode yang digunakan dalam desain alat pengering biji kakao adalah Quality Function Deployment (QFD). Tahap pertama yang dilakukan adalah melakukan interview kepada petani dan pemilik perkebunan biji kakao, kemudian mengumpulkan data sebagai dasar membuat beberapa varian desain alat pengering biji kakao. Mesin pengering biji kakao paling sesuai ditentukan dengan membuat rating pada setiap variasi mesin. Setelah didapatkan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Dari hasil perhitungan didapatkan mesin pengering biji kakao dengan panjang x lebar x tinggi sebesar 1100 mm x 750 mm x 1350 mm. Poros bahan S45 C-D, pasak S 55 C, V-belt tipe A dan diameter puli 95 mm.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rovida C. Hartantrie, Saiful Bachri, Eka Maulana, Eddy Djatmiko, & Suwandi, A. (2019). ANALISIS PERHITUNGAN PERANCANGAN MESIN PENGERING BIJI KAKAO. Jurnal ASIIMETRIK: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.35814/asiimetrik.v1i1.212

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free