Abstract
Hadis merupakan sumber kedua setelah Al-Qur’an yang dipegangi dan ajarannya diamalkan oleh umat Islam kemudian menjadi standar utama sebagai bentuk usaha dalam meneladani dan mempraktikkan petunjuk Rasulullah SAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research). Hasil penelitian ini memiliki tiga kesimpulan, shahih merupakan hadis yang sanad-nya bersambung, diriwayatkan oleh periwayat yang ‘adil dan hafalannya kuat tanpa mengandung syadz dan ‘illat. Hasan adalah hadis yang bersambung sanadnya dengan perawi yang adil namun hafalannya kurang sempurna serta selamat dari unsur syadz dan ‘illat. Beberapa shahih dan hasan relevan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi syariah kontemporer. Perbedaan dari keduanya adalah pada aspek ke-dhabith-an perawi, dimana hasan dhabith yang terkait aspek tulisan dan hafalannya kurang sempurna, sedangkan shahih ke-dhabith-an perawinya sempurna.
Cite
CITATION STYLE
Pratiwi, N., Ariato Silondae, P., Rahman Sakka, Abd., Amin Sahib, M., & Usman Ali, A. (2023). Relevansi Hadis Hadis Maqbul : Shahih dan Hasan Dalam Menyelesaikan Persoalan Ekonomi Syariah Kontemporer. Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 8(1), 116–129. https://doi.org/10.47435/adz-dzahab.v8i1.1784
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.