Fenomena Anglisisme: Gabungan Prefiks Informal Nge- Bahasa Indonesia dan Kelas Kata Bahasa Inggris

  • Syahid A
  • Putri T
  • Syarifaturrahman W
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kontak bahasa yang terjadi antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris menimbulkan suatu fenomena linguistik yang disebut anglisisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena anglisisme yang sedang marak terjadi di media sosial Indonesia yaitu peminjaman kata atau istilah bahasa Inggris dengan memadukan prefiks informal Nge- bahasa Indonesia. Data Penelitian diperoleh dari media sosial Twitter yang kini berubah nama menjadi X. Jumlah data yang digunakan adalah sebanyak 85 tuturan yang mengandung prefiks Nge- yang dipadukan dengan kelas kata bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi atau tangkap layar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 bentuk afikasasi prefiks Nge- yang dipadukan dengan beberapa kelas kata bahasa Inggris, yaitu; 1) Nge- + Verba; 2) Nge- + Nomina; 3) Nge- + Adjektiva; 4) Nge- + Adverbia; 5) Nge- + Verba + -in; 6) Nge- + Nomina + -in; 7) Nge- + Adjektiva + -in; 8) Nge- + Adverbia + -in; 9) Nge- + Verba + -ing, 10) Nge- + Nomina + -ing, 11) Nge- + adjektiva + -ing, 12) Nge- + adverbia + -ing.

Cite

CITATION STYLE

APA

Syahid, A., Putri, T. R., Syarifaturrahman, W. K., Sutarman, S., & Rahmawati, L. (2023). Fenomena Anglisisme: Gabungan Prefiks Informal Nge- Bahasa Indonesia dan Kelas Kata Bahasa Inggris. Humanitatis : Journal of Language and Literature, 10(1), 1–12. https://doi.org/10.30812/humanitatis.v10i1.3489

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free