Abstract
Popok bayi sering digunakan pada anak bayi atau balita. Popok yang sering digunakan adalah popok sekali pakai. Karena sekali pakai setelah itu dibuang dan mengakibatkan banyak sampah popok bayi tersebut. Semakin tinggi angka kelahiran maka semakin tinggi popok bayi yang digunakan, semakin tinggi popok yang digunakan maka semakin tinggi juga sampah yang dihasilkan. Waktu yang digunakan untuk mengurai sampah popok bayi sangat lama,yaitu 250-500 tahun agar terurai sempurna. Karena itulah perlu adanya pengolahan ulang popok bayi menjadi hal yang bisa dimanfaatkan lagi.Salah satunya adalah pemanfaatan limbah popok bayi sebagai pupuk kompos dan media tanam. Dengan kandungan yang ada pada limbah popok bayi,bisa kita olah kembali agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan media tanam.Popok bayi memiliki kandungan hydrogel yaitu gel yang dapat menyerap air atau menyimpan air.Pupuk kompos dan media tanam dari limbah popok bayi sangatlah mempunyai banyak manfaat bagi tanaman.Karena yang dipakai adalah limbah popok yang sudah dipakai maka terdapat kandungan lain yaitu urin. Kandungan zat dalam urin antara lain adalah sampah nitrogen, asam hipurat, ionion elektrolit, hormone, dan sebagainya. Maka dari itu kandungan urin pada limbah popok bayi ini bisa juga digunakan sebagai pupuk setelah dilakukan fermentasi untuk mengurai senyawa organiknya. Kata kunci: pemanfaatan popok bayi sebagai pupuk kompos dan media tanam, kandungan popok bayi, Tingginya pemakaianpopok bayi PENDAHULUAN
Cite
CITATION STYLE
Subekti, V. B. A., Rasyidin, A. I., & Hasyim, M. (2022). Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Mengelola Limbah Popok Bayi Menjadi Pupuk Kompos Dan Media Tanam Berkualitas. J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 10(2), 100–104. https://doi.org/10.29100/j-adimas.v10i2.3543
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.