Abstract
Latar Belakang: “Manusia tempat berbuat salah” sebuah kalimat yang dinyatakan oleh Institute of Medicine yang menunjukkan banyaknya kesalahan penulisan resep yang merugikan pasien sehingga biaya perawatan kesehatan juga membengkak. Kesalahan-kesalahan ini dapat dicegah dengan penggunaan teknologi informasi kesehatan, salah satunya berupa rekam medis elektronik yang pada awalnya dimaksudkan untuk mempersingkat, menyederhanakan, dan menyatukan data perawatan pasien. Metode: Pengumpulan jurnal mengenai CPOE dalam review ini merupakan kolaborasi tim peneliti di Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pemilihan jurnal dilakukan dengan kriteria inklusi berupa peer reviewed yang menyebutkan Hospital Information System, yang dipublikasikan dalam Bahasa Inggris, dengan kriteria eksklusi Predatory Journals, Predatory Publisher, dan Grey Literature. Hasil: Dari 40 jurnal yang diikutkan dalam analisis ini, dilakukan pengelompokan berdasarkan tempat penelitian, 26 jurnal melakukan penelitian one-center, sisanya multicenter. Dari 40 jurnal, 33 diantaranya menggunakan sistem CPOE yang berbeda, hanya 2 jenis CPOE yang pernah digunanakan bersamaan. CPOE yang digunakan juga merupakan program yang diperjualbelikan. Sedangkan untuk CDSS sebagian besar menggunakan CDSS yang berbeda, kecuali 2 jenis CDSS. Kesimpulan: Pada penggunaan CPOE maupun CDSS tidak ada penjelasan mengenai ada atau tidaknya institusi yang terpercaya yang mengawasi pembuatan dan pengembangannya.
Cite
CITATION STYLE
Ilhamsyah, R., & Setyonugroho, W. (2020). Sistem Entri Resep Dokter Terkomputerisasi dalam Sistem Informasi Rumah Sakit: Literature Review. JATISI (Jurnal Teknik Informatika Dan Sistem Informasi), 7(2), 289–298. https://doi.org/10.35957/jatisi.v7i2.300
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.