Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik rekrutmen dari metode konvensional menuju sistem rekrutmen elektronik (e-rekrutmen) yang lebih efisien dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik e-rekrutmen pada tahap sourcing dan pra-seleksi dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Insani (MSDI), mengidentifikasi peluang dan tantangan terkait prinsip amanah, kompetensi, dan keadilan, serta merumuskan rekomendasi penerapan rekrutmen digital. Penelitian menggunakan studi literatur naratif dengan menelaah jurnal ilmiah, buku, dan laporan platform rekrutmen periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-rekrutmen meningkatkan efisiensi melalui digital sourcing, Applicant Tracking System (ATS), auto-screening, dan kecerdasan buatan untuk pencocokan kandidat. LinkedIn, Glints, dan JobStreet memiliki keunggulan berbeda sesuai karakteristik pengguna dan kebutuhan organisasi. Namun, e-rekrutmen juga menghadirkan tantangan berupa bias algoritma, risiko keamanan data, serta keterbatasan menilai soft skills. Dalam perspektif MSDI, efektivitas e-rekrutmen tidak hanya diukur dari efisiensi, tetapi juga dari integrasi nilai amanah, kompetensi, dan keadilan. Oleh karena itu, organisasi perlu mengombinasikan teknologi dengan penilaian manusia, melakukan audit algoritma berkala, serta memperkuat tata kelola etika digital agar proses rekrutmen berlangsung transparan, objektif, dan berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Padilah, R. N., Siti Uswatun Awaliyah, & Ahyakudin Ahyakudin. (2026). E-Rekrutmen dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Insani: Tinjauan Literatur pada Proses Sourcing dan Pra-Seleksi Kandidat. JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN, 4(6), 190–203. https://doi.org/10.61722/jiem.v4i6.10639
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.