Abstract
Isu lingkungan dan keamanan pangan menyebabkan berkembangnya praktik pertanian organik secara global, tanpa terkecuali di Indonesia. Salah satu permasalahan dalam pertanian organik di Indonesia adalah biaya sertifikasi organik yang mahal dan prosesnya yang panjang. Sebagai solusi permasalahan ini, Komunitas Organik Indonesia berinisiatif untuk membuat program kurasi bernama White Flower Label untuk menjamin bahwa produk-produk yang dipasarkan anggotanya benar-benar organik. Penelitian ini dilakukan dengan desain kuantitatif dan metode survey dengan instrumen kuesioner. Ukuran sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 responden. Teknik yang digunakan adalah teknik eksplanatori untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengetahuan produk (X1), label organik komunitas (X2), dan perilaku pencarian informasi (X3) terhadap minat beli (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel perilaku pencarian informasi (X3) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli, sementara variabel pengetahuan produk (X1) dan label organik komunitas (X2) tidak memiliki pengaruh yang signifikan
Cite
CITATION STYLE
Lestari, G. S., Sadeli, A. H., Pardian, P., & Fatimah, S. (2021). PENGARUH PENGETAHUAN PRODUK, LABEL ORGANIK KOMUNITAS, DAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI TERHADAP MINAT BELI PRODUK ORGANIK DI KOMUNITAS ORGANIK INDONESIA. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(2), 1211. https://doi.org/10.25157/ma.v7i2.5200
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.