Abstract
Gerakan pemikiran ketiga tokoh di atas, telah menancapkan pengaruhnya yang luas terhadap etos dan dinamika berpikir umat Islam Indonesia. Bahkan pengaruh pemikiran mereka telah dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan intelektual umat Islam Indonesia. Mereka telah berhasil mendobrak pintu kejumudan menuju pola pikir yang dinamis dan kreatif. Yang menarik dari ketiga pemikir ini adalah upayanya yang gigih untuk mempertemukan antara, pada satu sisi, nilai-nilai keislaman dengan keindonesiaan, sementara pada sisi lain, antara kekayaan warisan pemikiran Islam klasik dengan nilai-nilai modernitas –dengan bahasa dan pendekatan apapun yang mereka gunakan-. Sehingga dari komitmen seperti ini –dalam posisinya yang ada- yidak berlebihan kalau ketiga pemikir ini dimasukkan dalam kelompok “neo-modernis Islamâ€. Yakni, komitmennya yang membangun visi Islam di masa modern, dengan sama sekali tidak meninggalkan warisan intelektual Islam. Bahkan jika mungkin, mencari akar-akar Islam untuk mendapatkan kemodernan Islam itu sendiri.
Cite
CITATION STYLE
Farah, N. (2024). Pembaruan Islam di Indonesia (Telaah Atas Pemikiran Harun Nasution, Nurcholis Madjid, dan Abdurrahman Wahid). JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 10(2), 334. https://doi.org/10.24235/jy.v10i2.18936
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.