DIPERLUKAN PENDEKATAN KEBIJAKAN ADAPTIF UNTUK PENGUATAN MODAL UMKM DI KABUPATEN SLEMAN

  • Sinuraya S
  • Darwin M
  • Keban Y
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
56Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan penguatan modal bagi UMKM yang belum dapat mengakses dana perbankan (belum bankable) yang dilaksanakan sejak tahun 2000 oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Penelitian dimaksudkan untuk melihat konsistensi kebijakan pemberian penguatan modal dengan melihat persyaratan suku bunga, agunan, dan legalitas, dan dampak perubahan kebijakan tersebut bagi UMKM yang belum bankable. Evaluasi kebijakan seperti diperlukan oleh pemerintah (pemda) guna memastikan ketepatan sasaran dan program yang telah dilakasanakan. Metode kualitatif studi kasus digunakan untuk menjelaskan latar belakang, efektivitas, dan dampak kebijakan. Data dikumpulkan melalui studi literatur, dokumenter, wawancara, observasi, dan FGD. Penentuan informan menggunakan sampel yang telah ditetapkan, terbagi 2 (dua) kelompok: pemangku kebijkan dan penerima (calon) manfaat. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2016– Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan pengenaan bunga berpengaruh pada minat UMKM yang belum bankable untuk mengakses dana penguatan modal. Minat semakin menurun ketika persyaratan agunan dan legalitas diberlakukan. Akibatnya, dana penguatan modal banyak diakses oleh UMKM yang sebetulnya mampu mengakses dana perbankan (bankable). Hal ini dapat dilihat pada besaran dana yang diakses dan jumlah pengakses dengan pinjaman dana besar, sehingga menyebabkan penerima manfaat salah sasaran dan UMKM yang belum bankable yang memerlukan dana terpaksa mengaksesnya melalui lembaga lembaga pelepas uang lain dengan bunga yang lebih tinggi namun persyaratan lebih ringan. Penelitian juga menemukan bahwa koperasi telah bertindak sebagai executing agency, pertama koperasi mengakses daba UPT PDPM kemudian koperasi kembali meminjamkan dana tersebut kepada UMKM yang belum bankable dengan bunga lebih tinggi namun persyaratannya lebih ringan. Dampak perubahan kebijakan untuk mengakses kredit yang semakin ketat telah berkontribusi pada pelambatan terbentuknya wirausahawan baru dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sleman, sehingga rekomendasinya yang diperlukan adalah kebijakan yang lebih adaptif sebagai bentuk afirmasi kepada UMKM Non- Bankable untuk dapat menghadapi dinamika perubahan saat ini

Cite

CITATION STYLE

APA

Sinuraya, S. I., Darwin, M., Keban, Y. T., & Sukamdi, S. (2018). DIPERLUKAN PENDEKATAN KEBIJAKAN ADAPTIF UNTUK PENGUATAN MODAL UMKM DI KABUPATEN SLEMAN. Jurnal Kawistara, 8(2), 137. https://doi.org/10.22146/kawistara.33344

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free