Artikulasi Wacana pada Hasrat Asketisme Kaum Bhikkhu Theravada

  • Leonora X
  • Mubarok M
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai kelompok pelaku monastik, Bhikkhu harus menjalankan kehidupan asketisme. Perbedaan kehidupan umat awam agama Buddha dengan kehidupan para Bhikkhu sangat terlihat dari gaya hidup dan keseharian mereka, di mana kehidupan awam terbilang bebas dari peraturan yang membatasi aktivitas, ekspresi, dan lain sebagainya seperti Bhikkhu. Praktik asketisme ini merupakan pelatihan bagi para Bhikkhu, untuk mengikuti konsep agama Buddha, yakni diri tanpa Ego. Gaya hidup seperti ini menjadi menarik untuk diketahui faktor yang mendorong seseorang ingin tergabung dalam kelompok monastik. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Jacques Lacan untuk melihat bagaimana Ego tercipta dari diri tanpa Ego, yang dapat terlihat dari struktur wacana dalam mencoba mengetahui simtom pembentukan hasrat subjek. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penulis menggunakan menggunakan metode studi kasus, dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa hasrat asketisme Bhikkhu merupakan hasrat yang terbentuk dari ketertundukan pada wacana tujuan tertinggi agama Buddha, guna memberikan perasaan aman dan nyaman setelah merealisasikannya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Leonora, X., & Mubarok, M. H. (2022). Artikulasi Wacana pada Hasrat Asketisme Kaum Bhikkhu Theravada. Jurnal Agama Buddha Dan Ilmu Pengetahuan, 8(2), 113–125. https://doi.org/10.53565/abip.v8i2.678

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free