Model Perencanaan dan Pengadaan Obat dengan Metode ABC Indeks Kritis (Studi Kasus Di Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta)

  • Laukati Y
  • Mutiara R
  • Erni N
N/ACitations
Citations of this article
122Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sistem perencanaan dan pengadaan obat merupakan faktor penentu ketersediaan obat dan kebutuhan anggaran. Metode yang baik dapat diterapkan untuk menciptakan sistem perencanaan dan pengadaan obat yang baik, salah satunya dengan metode ABC Indeks Kritis. Dengan metode ini maka dapat dikelompokkan obat prioritas yang memiliki nilai investasi besar. RSJ dr. Soeharto Heerdjan belum pernah melakukan analisis ABC Indeks Kritis dan masalah yang sering terjadi adalah stok obat kosong. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem perencanaan dan pengadaan obat di RSJ dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, menggunakan data pemakaian obat periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2021 dan pengisian kuesioner VEN oleh 15 orang dokter. Analisis dilakukan dengan metode ABC Indeks Kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 351 jenis obat yang termasuk dalam kelompok A indeks kritis ada 6 jenis (2%), kelompok B indeks kritis ada 119 jenis (33,6%) dan kelompok C indeks kritis ada 226 jenis (64,4%). Obat yang masuk dalam kelompok A indeks kritis adalah obat-obatan psikotropika, yaitu Clozapine 100 mg, Clozapine 25 mg, Trihexyphenidil 2 mg, Risperidone 2 mg, Depakote 500 mg ER, Abilify 10 mg Discmelt. Obat kelompok A indeks kritis menjadi prioritas untuk direncanakan dan diadakan, sehingga pada keenam jenis obat tersebut dilakukan perhitungan perkiraan kebutuhan tahun 2022, EOQ, SS dan ROP dengan hasil sebagai berikut: Clozapine 100 mg kebutuhan 194.844 tablet, EOQ 5.401 tablet, SS 16.953 tablet, ROP 17.654 tablet; Clozapine 25 mg kebutuhan 407.080 tablet, EOQ 21.338 tablet, SS 25.892 tablet, ROP 27.194 tablet; Trihexyphenidil 2 mg kebutuhan 1.695.404 tablet, EOQ 93.399 tablet, SS 29.544 tablet, ROP 33.387 tablet; Risperidone 2 mg kebutuhan 1.073.301 tablet, EOQ 42.897 tablet, SS 12.963 tablet, ROP 14.967 tablet; Depakote 500 mg ER kebutuhan 107.971 tablet, EOQ 3.068 tablet, SS 1.980 tablet, ROP 2.110 tablet; Abilify 10 mg discmelt kebutuhan 99.737 tablet, EOQ 1.426 tablet, SS 587 tablet, ROP 680 tablet. Penerapan model perencanaan dan pengadaan obat dengan metode ABC Indeks Kritis dalam penelitian dapat membantu menentukan prioritas obat, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran tanpa  mengganggu kelancaran pelayanan, dan meningkatkan efisiensi pemakaian obat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Laukati, Y., Mutiara, R., & Erni, N. (2022). Model Perencanaan dan Pengadaan Obat dengan Metode ABC Indeks Kritis (Studi Kasus Di Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta). Jurnal Health Sains, 3(3), 504–515. https://doi.org/10.46799/jhs.v3i3.456

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free