Abses Paru pada COVID-19

  • Adi Kurniawan
  • Paramita Khairan
  • Nurfanida Librianty
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
75Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Tujuan: COVID-19 adalah suatu penyakit infeksi yang baru ditemukan sejak Desember 2019 yang kemudian diumumkan oleh WHO sebagai pandemi global. Gambaran radiologi pada COVID-19 cukup bervariasi, namun yang paling sering ditemukan adalah ground-glass opacity (GGO). Metode: Dilaporkan kasus seorang laki-laki usia 39 tahun dengan abse paru pada COVID-19Hasil: Pada laporan kasus ini kami melaporkan seorang pasien COVID-19 dengan manifestasi klinis yang jarang yaitu abses paru. Hasil pemeriksaan molekular TB pada pasien ini adalah negatif. Pasien ini mengalami perbaikan gejala klinis setelah dilakukan prosedur drainase cairan abses. Abses paru pada COVID-19 sangat jarang ditemukan sehingga pembahasan lebih lanjut mengenai pasien ini perlu untuk dilakukan.Kesimpulan: Abses paru adalah salah satu manifestasi klinis pada COVID-19. Drainase cairan abses dapat membantu memperbaiki keadaan klinis pasien COVID-19.

Cite

CITATION STYLE

APA

Adi Kurniawan, Paramita Khairan, Nurfanida Librianty, Mahrani, Hana Faisal, Iffa Mutmainah, … Pukovisa Prawirohardjo. (2020). Abses Paru pada COVID-19. Journal Of The Indonesian Medical Association, 70(8), 173–181. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.70.8-2020-255

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free