Pengaruh NaClO2 terhadap Membran Nanofiber Polisulfon dengan Metode Electrospinning

  • Fauji N
  • Kusumaatmaja A
  • Triyana K
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Polisulfon merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan dalam pembuatan membran karena ketangguhan dan stabilitasnya pada suhu tinggi. Dalam penelitian ini, dibuat membran polisulfon kosentrasi 20% dengan metode electrospinning. Selanjutnya pada larutan polisulfon konsentrasi 20% dilakukan penambahan NaClO2 0,015 gram, 0,020 gram, dan 0,030 gram. Material-material pada membran tersebut diidentifikasi dengan menggunakan FTIR, sedangkan morfologi permukaan membran diamati dengan SEM. Hasil spektrum FTIR menunjukkan tidak adanya ikatan pada penambahan NaClO2. Ini berarti, tidak terjadi perubahan sifat pada membran sebelum dan setelah ditambahkan NaClO2. Diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram mengalami perubahan menjadi lebih kecil dari diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20%. Diameter membran polisulfon 20% memiliki diameter rata-rata nanofiber (801±185) nm, sedangkan diameter membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram memiliki diameter rata-rata nanofiber (252±57) nm. Ini berarti penambahan NaClO2 pada larutan polisulfon 20% berpengaruh pada perubahan diameter. Pada membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,020 gram dan 0,030 gram tidak terbentuk membran (hanya terbentuk spray).

Cite

CITATION STYLE

APA

Fauji, N., Kusumaatmaja, A., & Triyana, K. (2018). Pengaruh NaClO2 terhadap Membran Nanofiber Polisulfon dengan Metode Electrospinning. POSITRON, 7(2), 34. https://doi.org/10.26418/positron.v7i2.1996

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free