Abstract
Konvensi STCW amandemen Manila 2010 memiliki pembaruan utama fokus yang lebih besar pada kecakapan teknis yang disebut keterampilan non teknis. Keterampilan teknis berkaitan dengan penanganan peralatan kapal, sedangkan keterampilan non teknis sering digambarkan sebagai keterampilan kognitif dan komunikatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peran instruksi dan penilaian untuk mengembangkan kompetensi profesional siswa dalam lingkungan pembelajaran berbasis simulasi. Analisis ini mengacu pada kerja lapangan etnografis dan analisis interaksi terperinci dari data rekaman video dari sesi pelatihan simulator dalam kursus navigasi dengan memeriksa bagaimana instruktur maritim memanfaatkan teknologi simulator untuk pengajaran dan penilaian formatif untuk mengembangkan kompetensi profesional siswa. Hasil penelitian menekankan pada pentingnya bimbingan professional yang sistematis dan umpan balik dalam pelatihan berbasis simulator sesuai dengan Peraturan Kepala Badan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor PK.16/BPSDMP-2017 tentang Pedoman Standarisasi Penyelenggaraan Simulator.
Cite
CITATION STYLE
Mudiyanto, M., Malik, D., & Soewono, D. (2022). Kajian Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Nomor : PK.16/BPSDMP-2017 tentang Pedoman Standarisasi Penyelenggaraan Simulator. Saintara : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Maritim, 6(2), 143–146. https://doi.org/10.52475/saintara.v6i2.178
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.