Abstract
Leukosit merupakan jenis sel darah yang mempunyai peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Peningkatan jumlah leukosit dapat bersifat fisiologis dan patologis, peningkatan fisiologis disebabkan oleh kehamilan sedangkan peningkatan patologis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur, dan gangguan metabolik. Peningkatan leukosit pada ibu hamil disebabkan oleh stres fisiologis yang menyebabkan hormon kortisol dari kelenjar adrenal meningkat sehingga dapat merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah putih dan respon inflamasi yang terjadi selama kehamilan karena adanya reaksi yang diberikan tubuh sebagai sistem kekebalan. Pada masa kehamilan trimester ketiga ibu hamil akan mengalami ketidaknyamanan fisik dan gerakan janin yang akan menggangu istrahat ibu hamil sehingga bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan observasi laboratorik bersifat dekstriptif yang bertujuan untuk melihat gambaran jumlah leukosit pada ibu hamil. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sebanyak 30 sampel darah vena yang diperoleh dari ibu hamil trimester 3 dengan rata – rata jumlah sel leukosit 9.916 sel/μL. Hasil yang didapatkan terdapat 13 responden atau presentase 43% dengan jumlah leukosit meningkat dan 17 responden atau presentase 57% dengan jumlah leukosit yang normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ibu hamil dapat beresiko terjadinya stres fisiologis yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit.
Cite
CITATION STYLE
Arham, C., Rasyid, N. Q., Fatmawati, A., & Bilau, F. A. M. (2025). PROFIL JUMLAH LEUKOSIT PADA IBU HAMIL DENGAN METODE IMPEDANSI. Jurnal Medika, 10(2), 37–41. https://doi.org/10.53861/jmed.v10i2.463
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.