Abstract
Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan di dunia. Prevalensi penyakit kronis yaitu sebesar 6,7 miliar orang di dunia, dan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Penyakit kronis merupakan penyakit yang tidak menular, namun merupakan penyakit yang menetap selama bertahun-tahun, dan dapat mengakibatkan kematian. Salah satu dari penyakit kronis yaitu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Prevalensi hipertensi di dunia yaitu sebesar 1,2 miliar orang dan meningkat pada kelompok usia tua dan terjadi karena peningkatan prevalensi obesitas. Hipertensi merupakan penyakit multifaktor yang melibatkan faktor genetik, dan faktor lingkungan. Selain kedua faktor tesebut, faktor kebiasaan hidup, seperti merokok, konsumsi garam berlebih juga dapat menjadi faktor resiko peningkatan hipertensi. Menurut pedoman hipertensi ACC/AHA (American Heart Association) mengatakan bahwa, hipertensi dapat didiagnosis apabila tekanan darah secara tetap >130 pada tekanan sistole dan atau >80 mmHg pada tekanan diastole. Hipertensi memiliki efek yang sangat signifikan terhadap penyakit kardiovaskular, seperti gagal jantung, infark miokard, stroke dan kematian. Hipertensi pada lansia memiliki efek yang merugikan dan diperparah dengan penurusan fungsi dan kualitas tubuh seperti perubahan hemodinamik mekanis, kekuatan arteri, neurohormonal dan penurunan fungsi ginjal, sehingga pada lansia strategi pengobatan harus mempertimbangkan dari berbagai macam aspek, seperti faktor komorbiditas, faktor psiko-sosial. Strategi pengobatan hipertensi yang dapat digunakan yaitu berupa terapi non-farmakologi untuk mengurangi resiko keparahan hipertensi dan pemberian terapi farmakologi yang tepat sesuai dengan keadaan pasien, sehingga dapat memberikan hasil yang sesuai.
Cite
CITATION STYLE
Aditya, N. R., & Syazili Mustofa. (2023). Hipertensi: Gambaran Umum. MAJORITY, 11(2), 128–138. https://doi.org/10.59042/mj.v11i2.165
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.