Abstract
perlunya seorang ilmuwan atau agamawan mempunyai keyakinan yang teguh, baik keyakinan agama atau keyakinan intelektual, tetapi tak terjebak pada dogmatisme keduanya. Menurut Supelli sikap dogmatis inilah yang melahirkan fanatisme dan ektrimisme yang pada gilirannya akan memunculkan tindakan kekerasan dan kebrutalan, baik atasnama agama maupun ilmu pengetahuan
Cite
CITATION STYLE
APA
Martiam, N. (2013). FANATISME, EKTREMISME, DAN PENYINGKIRAN CIRI ANTROPOLOGIS PENGETAHUAN. Jurnal Kawistara, 3(2). https://doi.org/10.22146/kawistara.3984
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
Already have an account? Sign in
Sign up for free