Abstract
Penetapan kawasan pengembangan sapi perah dilakukan terkait dengan perencanaan pembangunan industri susu nasional. Kawasan sapi perah didesain dan dilengkapi dengan penyediaan prasarana, sarana penunjang, teknologi, pembiayaan, pengolahan, pemasaran serta kelembagaan dan sumber daya manusia pengelolanya. Kelembagaan koperasi merupakan salah satu simpul tata niaga susu dan produk susu yang memiliki peran strategis dalam menopang perkembangan industri susu nasional. Sinergisme antara penguatan koperasi susu dengan peternak dalam kawasan sapi perah melalui pendekatan agroekosistem, agribisnis, terpadu dan partisipatif akan meningkatkan peran koperasi sebagai lembaga yang mandiri dan berdaya saing. Penguatan kelembagaan koperasi susu dalam kawasan sapi perah nasional dilakukan melalui inventarisasi kelembagaan dan kinerja koperasi; identifikasi kebutuhan akses permodalan, pasar dan jaringan usaha; pendidikan dan pelatihan manajerial, sertifikasi dan akreditasi; analisis kelayakan usaha dan kelembagaan; serta pemanfaatan teknologi dan informasi. Pembentukan koperasi baru didorong dengan diarahkannya usaha kecil dan mikro untuk membentuk koperasi yang memiliki kepastian hukum dan peluang pengembangan usaha. Dampak penguatan koperasi susu dalam kawasan sapi perah cukup efektif dalam menunjang perkembangan populasi sapi perah dan produksi susu. Pengembangan sapi perah secara berkelanjutan perlu didukung oleh kebijakan pemerintah daerah dan pusat
Cite
CITATION STYLE
. P., & Priyanti, A. (2015). Strengthening Dairy Cooperative through National Development of Livestock Region. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 25(2). https://doi.org/10.14334/wartazoa.v25i2.1145
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.