PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI ORAL PESERTA DIDIK DISABILITAS RUNGU DI SMPLB TUNARUNGU PANGUDI LUHUR JAKARTA BARAT

  • RUTH M
  • NUGROHO B
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peneliti menemukan fenomena mengenai adanya hambatan yang dialami guru BK dalam berkomunikasi secara oral dengan peserta didik disabilitas rungu ketika berinteraksi dengan mereka, termasuk ketika guru Bimbingan Konseling melaksanakan layanan konseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami guru Bimbingan Konseling dalam berkomunikasi secara oral dengan peserta didik disabilitas rungu dan mengetahui peran guru Bimbingan Konseling dalam mengembangkan sistem komunikasi oral peserta didik disabilitas rungu. Penelitian ini dilakukan di SMPLB Tunarungu Pangudi Luhur Jakarta Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian mengenai hambatan yang dialami guru BK adalah kemampuan guru Bimbingan Konseling dalam memahami pesan yang disampaikan oleh peserta didik disabilitas rungu dan hambatan dalam menyampaikan gagasan, ide kepada peserta didik disabilitas rungu. Hasil mengenai peran guru BK dalam mengembangkan komunikasi oral adalah membiasakan peserta didik disabilitas rungu untuk mengulang ucapannya dengan artikulasi yang jelas dan bersuara, memberikan akses komunikasi oral, membetulkan kesalahan-kesalahan dalam ucapan dengan pola bahasa yang benar, memberikan latihan  membaca ujaran, terbuka kepada peserta didik, sabar dan berempathy serta memberikan penguatan positif. Peran guru Bimbingan Konseling sebagai fasilitator, mediator, demonstrator, membantu mengembangkan komunikasi oral sesuai dengan kebutuhan peserta didik disabilitas rungu. Saran kepada orangtua diharapkan adanya kerja sama dengan pihak sekolah. Saran kepada guru BK mengenai peran guru BK dalam mengembangkan komunikasi oral pada peserta didik disabilitas rungu adalah membiasakan untuk berkomunikasi secara oral dengan jelas dan memberikan pelatihan berkomunikasi oral dalam proses konseling, di samping diperlukan adanya kerja sama dengan staf sekolah untuk memaksimalkan pengembangan komunikasi oral peserta didik disabilitas rungu. Saran kepada kepala SMPLB dapat memberikan pelayanan pelatihan berkomunikasi secara oral kepada para peserta didik disabilitas rungu secara terstruktur dan terprogram.  Saran kepada prodi BK, terutama pada pendalaman mata kuliah Pendidikan Inklusi diharapkan terdapat pembelajaran dan pembahasan mengenai peran guru BK dalam mengembangkan komunikasi oral bagi  peserta didik disabilitas rungu.

Cite

CITATION STYLE

APA

RUTH, M., & NUGROHO, B. (2024). PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI ORAL PESERTA DIDIK DISABILITAS RUNGU DI SMPLB TUNARUNGU PANGUDI LUHUR JAKARTA BARAT. Psiko Edukasi, 22(2), 89–106. https://doi.org/10.25170/psikoedukasi.v22i2.6149

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free