Abstract
Telah diketahui bahwasannya ke-hujjah-an Hadis Mursal diperdebatkan oleh beberapa ulama hadis. Mayoritas muh{addiṡ telah bersepakat bahwa Hadis Mursal telah ditetapkan sebagai hadis da‘if sebab terdapat sanad yang terputus atau inqita’ dan perawi hadis tidak diketahui identitasnya atau majhul. Dalam artikel ini akan lebih berfokus pada tokoh ulama hadis dari Andalusia, yaitu Ibn Hazm. Ibn Hazm merupakan ulama hadis yang dikenal sebab memiliki penilaian yang ketat dalam menilai suatu hadis. Hal ini ia lakukan karena ia sangat berhati-hati untuk menjaga keautentikan hadis Nabi Saw. Sehingga ia memiliki kriteria yang berbeda dengan ulama hadis lainnya. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah library research dengan model penelitian kualitatif sebab dengan jenis dan model tersebut penulis mendapatkan data secara detail dan akurat. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana definisi Hadis Mursal dalam sudut pandang Ibn Hazm, sehingga dapat dibandingkan perbedaan antara definisi Hadis Mursal menurut Ibn Hazm dengan mayoritas ulama hadis serta mengetahui implikasi ke-hujjah-an Hadis Mursal dari perspektif Ibn Hazm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Hazm menolak dengan tegas periwayatan Hadis Mursal dan hal ini tentunya berdampak terhadap beberapa periwayatan hadis yang diriwayatkan secara mursal.
Cite
CITATION STYLE
Damayanti, A. (2023). Implikasi Ke-hujjah-an Hadis Mursal Perspektif Ibn Hazm Al-Andalusiy. Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis, 6(1), 39–65. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v6i1.4671
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.