Abstract
Artikel ini sebagai wacana, bertujuan membahas revolusi hijau sebagai strategi pembangunan perdesaandi era industri 4.0 sejak implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Metodepenelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dan hasilnya dianalisis dengan teori strategipembangunan desa menurut Griffin (1999). Hasil kajian menemukan di Indonesia, khususnya KabupatenWonogiri, menghadapi kecenderungan masalah menurunnya jumlah dan preferensi anak muda produktifyang bekerja bidang pertanian, serta peningkatan jumlah lansia selama tahun 2013 – 2017. Untuk itu,perlu mempertimbangkan strategi revolusi hijau agar pembangunan perdesaan terdampak bonusdemografi, dapat berkelanjutan secara optimal. Keterbatasan wacana ini perlu ditindaklanjuti denganpenelitian lapangan. Orijinalitas wacana ini pada revolusi hijau sebagai strategi pembangunan desaterkait implikasi bonus demografi. Implikasi praktis wacana ini yakni rekomendasi strategi revolusi hijausebagai strategi radikal dalam pembangunan perdesaan sehingga tumbuh produk pertanian yangbernilai tambah dan kompetitif sesuai dengan tuntutan era industri 4.0
Cite
CITATION STYLE
Ratih Wulandari, F., & Nurcholis, H. (2019). Strategi Revolusi Hijau untuk Pembangunan Perdesaan Desa Terdampak Bonus Demografi di Era Industri 4.0. Jurnal Ilmu Administrasi Negara ASIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara), 7(2), 76–92. https://doi.org/10.47828/jianaasian.v7i02.45
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.