PENDAMPINGAN PEWARNAAN BATIK SINGONEGORO MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN INDIGOFERA TINCTORIA

  • Widowati W
  • Sa’diyah A
  • Khoiriyah N
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia memiliki budaya warisan adiluhung pewarna alami yang dapat digunakan dengan aman dan senyawa yang terkandung bermanfaat bagi tubuh. Indonesia juga memiliki kekayaan alam dan biodiversitas yang merupakan bahan baku pembuat zat alami, namun pewarna alami belum sepenuhnya diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat karena tanaman pewarna alami ini termasuk tanaman indigenous dan hampir dilupakan oleh masyarakat. Seiring dengan meningkatnya kepedulian konsumen terhadap produk dengan menggunakan pewarna alami, tanaman ini sangat diperlukan untuk mendukung produksi batik alami, disamping juga untuk melestarikan kawasan hutan lindung. Untuk  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang teknik kriya tekstil eco printing, teknik kriya tekstil tie-dye berpewarna alami, teknik kriya tekstil screen printing berpewarna alami, dan pasta pewarna alami. Pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi pewarna alami pada usaha batik dilakukan melalui beberapa metode yang efektif. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode workshop atau pelatihan langsung tentang aplikasi pewarna alami pada kain batik, dan penyuluhan manfaat dan bimbingan teknis pewarna alami. Hasil pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi pewarna alami pada usaha batik sangat positif dan berdampak luas, baik bagi usaha batik itu sendiri, maupun untuk lingkungan dan masyarakat sekitar hutan khususnya dan masyarakat desa pada umumnya. Pengusaha batik dapat mengaplikasikan pewarna alami pada kain batik, dan dapat menciptakan beragam warna dan nuansa warna yang tidak dicapai dengan pewarna sintesis, pewarna alami mengurangi dampak negatif industri batik terhadap lingkungan, membantu mempertahankan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.  Disamping itu pengusaha batik juga memahami bahwa bahan baku alami dapat dibudidayakan dan diperoleh secara lokal.  Pewarna alami diproduksi di kawasan hutan lindung sekaligus meningkatkan potensi lokal. Usaha batik dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widowati, W., Sa’diyah, A. A., & Khoiriyah, N. (2023). PENDAMPINGAN PEWARNAAN BATIK SINGONEGORO MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN INDIGOFERA TINCTORIA. Jurnal Abdi Insani, 10(3), 1755–1766. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i3.1049

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free