EFEKTIFITAS TOOLBOX MEETING PADA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA JURU IKAT DI PT PELABUHAN PENAJAM BANUA TAKA

  • Sunyanti S
  • Fuadi Y
  • Swandito A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penerapan SMK3 dalam PP 50 tahun 2012, menyebutkan bahwa komunikasi K3 merupakan bagian dari kegiatan pendukung untuk pencegahan kecelakaan kerja. Salah satu upaya pencegahan yang ada dalam K3 adalah  melaksanakan  program safety communications antara lain pelaksanaan safety talk atau toolbox meeting di tempat  kerja. Toolbox meeting didefinisikan sebagai pelatihan lapangan kerja informal, pembicaraan ini dirancang untuk menyampaikan pesan keselamatan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah insiden terkait pekerjaan (Varley & Boldt, 2002). Pelaksanaan Toolbox Meeting merupakan bagian dari kegiatan pendukung untuk pencegahan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas komunikasi K3 dalam Toolbox Meeting di PT Pelabuhan Penajam Banua Taka. Penelitian ini bersifat Kuantitatif dengan banyuan software SPSS dan Teori Uji Efektifitas Depdagri (2009). Populasi dalam penelitian ini adalah Pekerja Departemen Oprasional Juru Ikat PT Pelabuhan Penajam Banua Taka yang berjumlah 76 orang, dengan sampel 43 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling yaitu dengan simple random sampling. Menggunakan Kuisoner Likert dengan 35 pernyataan positive disetiap sub-sub variable yang bersumber dari teori Ron Ludlow & Fergus Panton yaitu Hambatan Komunikasi K3. Hasil dari perhitungan efeketifitas pelaksanaan toolbox meeting adalah 66.67 % yaitu Cukup Efektif. Diperkuat dengan hasil observasi dan wawancara bahwa ditemukan Cara Pandang yang kurang luas atau disebut dengan Perceptual Distraction yang menyebabkan Komunikasi K3 dalam toolbox meeting terhambat. Kemudian pada faktor Culture Difference atau Perbedaan Budaya bahwa perbedaan budaya dalam hal ini budaya K3 dan budaya kedisplinan yang belum berjalan baik sehingga menghambat komunikasi efektif. Pada faktor Poor Choise Communicaton Channel dalam hal ini pemilihan materi toolbox meeting, mereka merasa jenuh dengan Materi Toolbox Meeting yang kurang menarik sehingga berhubungan dengan faktor No Feed Back yaitu pekerja kurang antusias dalam memberikan tanggapan saat pelaksanaan toolbox meeting.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sunyanti, S., Fuadi, Y., Swandito, A., & Rohanto, E. (2023). EFEKTIFITAS TOOLBOX MEETING PADA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA JURU IKAT DI PT PELABUHAN PENAJAM BANUA TAKA. IDENTIFIKASI, 9(1), 757–765. https://doi.org/10.36277/identifikasi.v9i1.265

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free