Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi para generasi muda di Indonesia. Dilansir dari laman kemendikbud.go.id, berdasarkan hasil tes PISA (The programme for International Student Assessment) yang dirilis oleh OECD (Organization for Economic Cooperation) tahun 2016 mengungkapkan bahwa kemampuan sains anak-anak Indonesia berada di bawah negara Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, data persentase dari UNESCO menyatakan bahwa minat baca anak-anak di Indonesia berada pada angka 0,01 persen, yang berarti dari 10,000 anak hanya 1 anak saja yang gemar membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensitas literasi bagi para remaja atau generasi muda yang biasa dipanggil dengan istilah Gen Z terutama untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, serta cara dan metode yang tepat untuk menekankan budaya literasi sesuai dengan karakteristik Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara pengumpulan data menggunakan teknik observasi serta kuesioner yang disebarkan melalui link google form kepada objek penelitian, yakni para remaja kisaran tahun lahir 1996-2012 sebagai bagian dari generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda di Indonesia kurang memiliki minat baca maupun minat menulis. Cara memberikan penekanan budaya literasi yang dapat digunakan untuk menarik minat generasi muda harus sesuai dengan zaman dan karakteristik generasi tersebut, yakni melalui promosi sosial media dan pemanfaatan teknologi internet. Salah satunya pemanfaatan konten short video dalam platform sosial media tik tok, instagram, dan youtube.
Cite
CITATION STYLE
Nabila, L. N., Utama, F. P., Habibi, A. A., & Hidayah, I. (2023). Aksentuasi Literasi pada Gen-Z untuk Menyiapkan Generasi Progresif Era Revolusi Industri 4.0. Journal of Education Research, 4(1), 28–36. https://doi.org/10.37985/jer.v4i1.113
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.