Abstract
Konsep bersatunya manusia dengan Tuhan (ittiĥād) dan berkomunikasinya manusia dengan Tuhan (ittişāl) telah tertanam dalam pemikiran kaum sufi sejak dulu, walaupun sebagian orang yang anti taşawwuf menggugat dan menyangkal kedua ajaran tersebut sebagai ajaran Islam. Bagi mereka kedua ajaran itu sering dipandang sebagai perbuatan syirik, karena dianggap sebagai ajaran yang memandang Tuhan sebagai imanen tidak transenden serta mengabaikan dualitas antara Tuhan dan makhluk-Nya.
Cite
CITATION STYLE
APA
Alif, M. (2017). Tauhid dalam Tasawuf. Aqlania, 8(2), 97. https://doi.org/10.32678/aqlania.v8i02.1027
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
Already have an account? Sign in
Sign up for free