Makna Tuturan Ritual Hapo Ana pada Masyarakat Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua

  • Padje G
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam Tuturan Ritual Hapo Ana pada masyarakat Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua. masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah makna apa sajakah yang terdapat dalam Tuturan Ritual hapo anapada masyarakat Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Hermeneutika. metode yang digunakan penulis dalam mengkaji makna dalam tuturan ritual “hapo ana” ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara ritual hapo ana terdiri dari beberapa tahap yaitu (1) Atte ahhu (potong tali pusar); (2) Ketoe nyebbu (gantung ari-ari); (3) Pehune ngara (pemberian nama) dan (4) Hapo ana (penyambutan anak). Sementara makna terkandung dalam tuturan ritual hapo ana pada masyarakat Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua adalalah sebagai berikut (a) Makna Religius; (2) Makna Kebersamaan; (3) Makna Kesopanan; (4) Makna Permohonan; dan (5) Makna Kepatuhan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Padje, G. R. H. (2021). Makna Tuturan Ritual Hapo Ana pada Masyarakat Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua. Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(2), 34–44. https://doi.org/10.37478/rjpbsi.v2i2.1455

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free