ETNOGRAFI KOMUNIKASI PERGESERAN MAKNA PESAN TRADISI PADUNGKU PASCA KONFLIK POSO DI SULAWESI TENGAH

  • Lapasila N
  • Bahfiarti T
  • Farid M
N/ACitations
Citations of this article
122Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Padungku merupakan fase paling akhir dari siklus pertanian dalam budaya suku Pamona yang disebut ta’u, yakni proses yang dilakukan dari mengolah sawah/ladang sampai masa panen. Penelitian ini berjudul Komunikasi Ritual Tradisi Padungku Dalam Harmonisasi Sosial Pasca Konflik Poso di Sulawesi Tengah. Tujuannya mengidentifikasi pergeseran makna pesan tradisi Padungku pasca konflik, dan melihat makna pesan ritual-ritual dalam tradisi Padungku sebelum konflik. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif memakai metode etnografi komunikasi yaitu menggambarkan dan menganalisis serta menjelaskan perilaku komunikasi dari kelompok sosial.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka. Selanjutnya data analisis menggunakan tehnik analisis data model interaktif Huberman yakni mengumpulkan data pada lokasi penelitian dengan menelaah hasil observasi dan wawancara lalu mereduksinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pergeseran makna pesan tradisi Padungku mempunyai dampak positif dalam harmonisasi sosial paska konflik di Poso Sulawesi Tengah. Makna mosintuwu; mangkoni-mangkeni; modero dalam tradisi Padungku mampu mejaga persatuan, kepedulian, dan harmonisasi, hingga tercipta sintuwu maroso (Bersatu kita kuat) di Tanah Poso

Cite

CITATION STYLE

APA

Lapasila, N., Bahfiarti, T., & Farid, M. (2020). ETNOGRAFI KOMUNIKASI PERGESERAN MAKNA PESAN TRADISI PADUNGKU PASCA KONFLIK POSO DI SULAWESI TENGAH. Scriptura, 10(2), 111–122. https://doi.org/10.9744/scriptura.10.2.111-122

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free