Kajian Etnobotani Tumbuhan Famili Clusiaceae di Kawasan Kebun Raya Banua Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia

  • Rahmadani N
  • Soendjoto M
  • Dharmono D
N/ACitations
Citations of this article
108Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kajian etnobotani meliputi kajian botani, kajian etnofarmakologi, kajian etnoantropologi, kajian etnoekonomi dan kajian etnolinguistik. Kajian etnobotani tumbuhan khususnya tumbuhan dari famili Clusiaceae belum pernah dilaporkan, padahal jenis-jenis tumbuhan ini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai bahan obat, pangan dan keperluan ekonomis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian etnobotani tumbuhan famili Clusiaceae yang dikoleksi di Kebun Raya Banua Banjarbaru. Pengambilan data botani dilakukan di Kebun Raya Banua, kemudian untuk pengumpulan data etnobotani dilakukan dengan wawancara dengan teknik Snowball Sampling pada masyarakat sekitar Kebun Raya Banua. Hasil yang didapatkan terdapat 5 jenis tumbuhan Clusiaceae yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Banjar dan Suku Jawa yaitu Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.), Mundar (Garcinia forbesii King.), Manggis (Garcinia mangostana L.), Manggis Burung (Garcinia porrecta Laness) dan Asam Kandis (Garcinia xanthochymus Hook.). Jenis-jenis tumbuhan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk obat-obatan, ritual, kegiatan ekonomi dan lain-lain.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmadani, N., Soendjoto, M. A., & Dharmono, D. (2021). Kajian Etnobotani Tumbuhan Famili Clusiaceae di Kawasan Kebun Raya Banua Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia. Agro Bali : Agricultural Journal, 5(1), 57–66. https://doi.org/10.37637/ab.v5i1.858

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free