Perbandingan Akurasi Skor ROMA dan IOTA dalam Prediksi Keganasan Tumor Ovarium

  • Malik Y
  • Friadi A
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kanker ovarium adalah kanker keenam yang paling sering ditemukan pada seorang wanita. Angka kejadian kanker ovarium di RSUP M.Djamil Padang terjadi kenaikan tahun 2011 sebanyak 103 kasus meningkat menjadi 156 kasus pada tahun 2012. The Risk of Ovarian Malignancy Algorithm (ROMA) adalah tes serum kualitatif yang menggabungkan hasil kadar serum HE4 dan kadar serum CA 125 dan status menopause dan menjadikan skor numerik (Hye Yon Cho et al 2015). Modalitas diagnostik terkini yang telah dikembangkan dari grup International Ovarian Tumor Analysis (IOTA) mengklasifikasi tumor ovarium menjadi empat sub- grup, berdasarkan karakteristik ultrasound: unilokular, multilokular, massa adneksa dengan komponen solid tanpa proyeksi papil, massa adneksa dengan satu atau lebih proyeksi papil Berlatar belakang inilah penulis ingin membandingkan skor ROMA dan IOTA dalam menentukan keganasan ovarium stadium awal. Tujuan : menentukan  ROMA dan IOTA sehingga dapat digunakan dalam prediksi suatu tumor ovarium bersifat ganas atau jinak. Metode: Penelitian studi analitik, desain penelitian cross sectional study di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Agustus 2016 hingga Januari 2019. Pengambilan sampel teknik consecutive sampling , sehingga besar sampel yang diperlukan dalam penelitian ini pada CI 99% adalah sebanyak 61 orang. Semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil sampel darahnya dan diperiksa kadar serum Ca125 dan dan skor IOTA. Kemudian pasien menjalani pembedahan, massa yang diangkat dari hasil pembedahan dan diperiksa HE4 dan diperiksakan ke laboratorium patologi anatomi RSUP M.Djamil / Fakultas Kedokteran Unand untuk mengetahui massa jinak atau ganas dari pemeriksaan histopatologi. Dilakukan analisis univariat dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Data yang akan dianalisis pada penelitian ini yaitu distribusi frekuensi tumor ovarium, Risk of Ovarian Malignancy Algorithm (ROMA), dan skor IOTA. Analisa bivariat dilakukan untuk mendapatkan spesifisitas, sensitivitas, nilai duga positif, dan nilai duga negative,ratio kemungkinan positif (RKP), Rasio Kemungkinan Negatif (RKN) Hasil: Kadar HE4 pada pasien premenopause ≤ 70 pmol/L adalah 31 pasien (50,8%) dan HE4 pada pasien postmenopouse dengan ≤ 140 pmol/L adalah 30 pasien (49,2%). Kadar Ca 125 dengan <35 sebanyak 11 pasien (18%) dan kadar ≥ 35 sebanyak 50 pasien (82%). Indeks ROMA menunjukan untuk Low Risk sebanyak 17 pasien (27,9%) dan High Risk 44 pasien (72,1%). IOTA dengan M.Rules sebanyak 51 pasien (83,6%) dan B Rules 10 pasien (16,4%). Nilai diagnostik untuk skor ROMA memiliki nilai sensitivitas sebesar 71,9% ,RMI sebesar 84,2% dan IOTA 82,5% ,tingkat akurasi skor ROMA 68,9dan IOTA 92,2.   Simpulan: International Ovarian Tumor Analysis (IOTA) lebih sensitif dalam memprediksikan keganasan tumor ovarium dibanding dengan The Risk of Ovarian Malignancy Algorithm (ROMA). Nilai Duga Positif (NDP) ROMA lebih tinggi dibanding dengan NDP IOTA. Nilai Duga Negatif (NDN) ROMA 5,9%,sedangkan IOTA sulit ditentukan. Kata kunci: Kanker ovarium, ROMA, IOTA, Ca-125, HE4

Cite

CITATION STYLE

APA

Malik, Y. A., & Friadi, A. (2020). Perbandingan Akurasi Skor ROMA dan IOTA dalam Prediksi Keganasan Tumor Ovarium. JOURNAL OBGIN EMAS, 4(1), 104–111. https://doi.org/10.25077/aoj.4.1.104-111.2020

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free