Penggunaan Ujaran dalam Mengekspresikan Kemarahan pada Film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja

  • Rupidara I
  • Suswandi I
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan ujaran dalam mengekspresikan kemarahan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ujaran dalam mengekspresikan kemarahan pada tokoh yang terdapat dalam film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Analisis penelitian ini menggunakan teori dari Jakobson.Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif disertai teknik pengamatan cermat dalam memperoleh data penelitiannya. Hasil analisis menunjukkan ditemukan penggunaan ujaran dalam mengekspresikan kemarahan menurut teori Jakobson yaitu ujaran emosional, ujaran fatis, ujaran referensial, ujaran konatif, dan ujaran puitis. Dari data tersebut, didapat penggunaan ujaran yang paling dominan digunakan untuk mengekspresikan kemarahan yaitu ujaran referensial Kata Kunci: Ekspresi Kemarahan, Penyalin Cahaya, Jakobson, Psikolinguistik

Cite

CITATION STYLE

APA

Rupidara, I., & Suswandi, I. (2023). Penggunaan Ujaran dalam Mengekspresikan Kemarahan pada Film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Kode : Jurnal Bahasa, 12(3). https://doi.org/10.24114/kjb.v12i3.47549

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free