Abstract
Meningkatnya urbanisasi, industrialisasi, dan populasi berlebih adalah salah satu penyebab utama degradasi lingkungan dan polusi. Logam berat seperti Pb, Zn, Cd, As dan lainnya adalah salah satu polutan paling beracun yang menunjukkan efek berbahaya pada semua makhluk hidup. Timbal adalah salah satu polutan yang mengganggu rantai makanan dan mematikan bahkan pada konsentrasi rendah. Teknologi pemurnian yang digunakan untuk menghilangkan kontaminan dari air limbah tidak hanya sangat mahal tetapi juga menyebabkan dampak negatif pada ekosistem. Fitoremediasi, teknologi ramah lingkungan yang baik secara ekologis dan ekonomis merupakan alternatif yang menarik untuk metode pembersihan saat ini yang sangat mahal. Fitoremediasi merupakan teknologi remediasi in-situ yang memanfaatkan kemampuan yang melekat pada tumbuhan hidup. Fitoremediasi menggunakan tumbuhan untuk membersihkan pencemaran di lingkungan. Tanaman dapat membantu membersihkan berbagai jenis polusi termasuk logam, pestisida, bahan peledak, dan minyak. Ada Tiga mekanisme di mana tanaman dapat mempengaruhi massa kontaminan di tanah, sedimen, dan air. Yang pertamana adalah fitoekstraksi juga disebut fitoakumulas, yang mengacu pada serapan dan translokasi kontaminan logam di dalam tanah oleh akar tanaman ke bagian tanaman di atas tanah. Yang kedua rizofiltrasi terutama digunakan untuk memulihkan air tanah yang diekstraksi, air permukaan, dan air limbah dengan konsentrasi kontaminan rendah. Dan yang ketiga fitovolatilisasi yang melibatkan penggunaan tanaman untuk mengambil kontaminan dari tanah, mengubahnya menjadi bentuk yang mudah menguap dan memindahkannya ke atmosfer
Cite
CITATION STYLE
Sukono, G. A. B., Hikmawan, F. R., Evitasari, E., & Satriawan, D. (2020). Mekanisme Fitoremediasi: Review. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), 2(2), 40–47. https://doi.org/10.35970/jppl.v2i2.360
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.