Mencegah Serangan Rekayasa Sosial dengan Human Firewall

  • Huwaidi M
  • Destya S
N/ACitations
Citations of this article
51Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Manusia adalah elemen paling rentan yang ada pada sistem keamanan informasi. Seringkali orang menganggap bahwa apa yang dibagikan di dunia maya atau dunia siber adalah hal yang tidak penting, tetapi bagi sebagian orang, data dan informasi yang sangat banyak di internet bisa digunakan untuk tindak kejahatan yang membuat kerugian yang besar. Salah satu teknik yang digunakan pelaku tindak kejahatan dunia siber disebut dengan teknik rekayasa sosial. Hal ini menuntut orang-orang agar selalu waspada dan berhati-hati karena pada dasarnya serangan ini memanfaatkan dan maminupalisi manusia agar memberikan data dan informasi tanpa disadari. Pemdekatan fisik dan teknik yang berarti serangan rekayasa sosial bisa terjadi di dunia siber maupun di dunia nyata. Maka dari itu dibutuhkan sebuah model atau panduan yang dapat meningkatkan kesadaran kemanan manusia itu sendiri. Human Firewall, bentuk pertahanan diri yang didapatkan dari memingkatkan kesadaran kemanan data dan informasi melalui pemilihan keputusan yang tepat saat serangan rekayasa sosial terjadi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Huwaidi, M. Z., & Destya, S. (2022). Mencegah Serangan Rekayasa Sosial dengan Human Firewall. Jurnal Sistem Dan Teknologi Informasi (JustIN), 10(1), 107. https://doi.org/10.26418/justin.v10i1.44280

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free