Odakem-Minisme Dalam Kebudayaan Suku Bangsa Sawi Wilayah Pantai Kasuari Kabupaten Asmat Provinsi Papua

  • Kamur R
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendekatan budaya “odakem-minisme” dapat diartikan sebagai sudut pandang  kebudayaan masyarakat suku bangsa Sawi dengan cara  melihat dan memandang gejala-gejala  budaya,  pengunaan bahasa dalam ritual-ritual  melalui wutum dan hausaeyang  dilakukan dalam kehidupan masyarakat suku bangsa Sawi. Budaya Odakem-minisme merupakan aspek-aspek pintu masuk dalam memahami budaya suku bangsa Sawi dan Awyu.  Metode  penelitian  yang di gunakan  adalah pendekatan  kualitatif  untuk mengetahui bagaimana peranan dan perkembangan budaya  suku Sawi melalui odakem-minisme  dalam aspek-aspek budaya  sebagai media pewarisan dan nilai-nilaibudaya. Kebudayaan “Odakem-Minisme” masyarakat  Sawi merupakan kebudayaan  yang diwariskan dari jaman prasejarah sampai sekarang yang sangat dipengaruhi oleh keyakinan kepada Atap-hapkon, dalam keberadaan sebagai myao kodon atau kehidupan religi beragama masyarakat Sawi, seperti keyakinan terhadap  Myao Kodon,  percaya dengan adanya satu  ilah yang paling tinggi yaitu Atap-hapkon dengan manifestasi dalam perwujudan sebagai Myao Kodon  yang  berbeda-beda sesuai dengan fungsinya. Masyarakat  Sawi dan Awyu  adalah  sekumpulan manusia yang saling berinteraksi menurut sistem adat atau  kebudayaan  Sawi  yang sifatnya terus terikat oleh identitas bersama yaitu  kebudayaan  Sawi, Awyu, Kaigar  Athohaim dan Asmat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kamur, R. (2019). Odakem-Minisme Dalam Kebudayaan Suku Bangsa Sawi Wilayah Pantai Kasuari Kabupaten Asmat Provinsi Papua. JURNAL EKOLOGI BIROKRASI, 6(3), 59–71. https://doi.org/10.31957/jeb.v6i3.783

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free