Konten Ilegal Kecerdasan Buatan Berbasis Deepfake dan Upaya Penanggulangannya di Indonesia

  • Lestari P
  • Saputri Z
  • Jamilah R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perkembangan teknologi telah mengalami kemajuan yang luar biasa, terutama dalam bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang telah merevolusi berbagai sektor seperti pendidikan, hiburan, bisnis, dan komunikasi. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, muncul pula risiko serius, salah satunya adalah penyalahgunaan teknologi deepfake dalam pembuatan konten digital yang ilegal maupun tidak etis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyalahgunaan AI dengan fokus pada motif, penyebab, langkah pencegahan, serta kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan analisis kualitatif deskriptif, menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, kerangka hukum seperti Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP), serta laporan kasus yang beredar di media sosial dan berita daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama pelaku dalam penyalahgunaan deepfake meliputi keuntungan finansial, balas dendam pribadi, propaganda politik, dan eksploitasi seksual. Selain itu, penyebab utama yang teridentifikasi adalah pesatnya perkembangan AI, lemahnya penegakan hukum, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap etika dan keamanan digital. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendidikan mengenai etika penggunaan teknologi AI, penguatan kebijakan hukum, serta pengembangan sistem deteksi deepfake berbasis AI. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengembang teknologi, dan masyarakat guna memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab serta melindungi individu dari ancaman manipulasi digital di era teknologi ini.Technological advancements have made remarkable progress, particularly in Artificial Intelligence (AI), which has revolutionized sectors such as education, entertainment, business, and communication. However, alongside these benefits, AI has also introduced significant risks, particularly the misuse of deepfake technology to produce illegal or unethical digital content. This study aims to examine the misuse of AI, focusing on the motives, causes, preventive measures, and real cases in Indonesia. Employing a literature review method with descriptive qualitative analysis, this research utilizes secondary data sources from scientific journals, legal frameworks such as the ITE Law, Pornography Law, and Personal Data Protection (PDP) Law, as well as case reports from social media and online news. The findings reveal that the main motives behind deepfake misuse include financial profit, personal revenge, political propaganda, and sexual exploitation. The study also highlights several underlying causes, including rapid AI development, insufficient legal enforcement, and low public awareness of AI ethics and digital security. To mitigate these issues, it is crucial to promote ethical education on AI, strengthen legal policies, and enhance AI-based deepfake detection systems. This study emphasizes the importance of collaboration between the government, technology developers, and society to ensure responsible AI use and protect individuals from the growing threats of digital manipulation in this technological era.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, P. A., Saputri, Z. R., Jamilah, R., Febiyanti, F., Fadilah, M. F., Firnanda, M. F., & Koeswara, T. S. N. (2025). Konten Ilegal Kecerdasan Buatan Berbasis Deepfake dan Upaya Penanggulangannya di Indonesia. Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, 5(1), 26–35. https://doi.org/10.51903/r5xwq018

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free