Abstract
Fokus studi ini adalah untuk mengeksplorasi makna cinta kasih bagi pasangan suami istri yang belum/tidak dikaruniai anak. Metodologi yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan metode Interpretative Phenomenological Analusis atau Analisis Fenomenologi Intepretatif (IPA) dengan beberapa sumber artikel online. Kehidupan pasangan suami istri memiliki keunikan dalam hidup sehari-hari ketika mereka belum/tidak dikaruniai anak. Di saat semua orang hidup sebagai pasangan suami istri sangat mengharapkan kehadiran anak. Dalam keadaan yang tidak diinginkan itu, pasangan suami istri mampu bangkit. Hal inilah yang akan dikaji dalam penelitian ini, yakni mengapa pasangan suami istri mampu bangkit dari resilience. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cinta kasih seperti apa yang dijalani oleh pasangan suami istri yang belum/tidak dikaruniai anak. Peneliti menemukan bahwa dalam memandang sebuah pernikahan kehadiran anak bukan satu-satunya tujuan dari pernikahan. Kemudian komunikasi yang baik antara pasangan suami istri dapat mempererat hubungan di antara mereka.
Cite
CITATION STYLE
Doja, A. N., Alfanov, Y. R. K., & Endi, Y. (2024). KESEMPURNAAN CINTA KASIH DALAM PERNIKAHAN TANPA ANAK. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 27–35. https://doi.org/10.61831/gvjkp.v8i1.221
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.