Abstract
Ensefalitis herpes simplex (EHS) seringkali berakibat fatal. Virus herpes simpleks (VHS)dapat menyerang semua umur tanpa perbedaan jenis kelamin. Angka kejadian EHSadalah 1:(250.000–500.000) populasi/tahun. Pada fase prodromal dapat ditemukanmalaise dan disertai demam selama 1-7 hari. Pasien mengalami penurunan kesadarandan kejang, dapat berupa kejang umum. Gejala neurologi umumnya ditemukanhemiparesis, sedangkan pemeriksaan darah tepi rutin pada EHS tidak efektif. EEG sangatmembantu bila ditemukan perlambatan fokal di daerah temporal atau fronto temporal.Titer antibodi terhadap VHS dapat diperiksa dari serum dan cairan serebrospinalis.Pengobatan VHS berupa terapi simtomatis dan suportif ditambah antivirus spesifik(acyclovir). Prognosis pasien EHS yang tidak diobati sangat buruk, sedangkan padapengobatan dini dengan acyclovir akan menurunkan mortalitas menjadi 28%.
Cite
CITATION STYLE
Pusponegoro, H. D. (2016). Ensefalitis Herpes Simplex pada Anak. Sari Pediatri, 2(2), 77. https://doi.org/10.14238/sp2.2.2000.77-81
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.