Abstract
Berdasarkan hasil pemikiran peneliti yang menganggap pentingnya pengetahuan sosial dan emosional dibingkai dengan pluralisme untuk mengembangkan kompetensi siswa sebagai makhluk sosial di sekolah. Penelitian ini memberikan konduksi terhadap internalisasi pluralisme melalui budaya yang dapat menjadi sumber dukungan positif bagi individu. Hal ini terutama berlaku untuk kelompok minoritas dan imigran dalam masyarakat pluralis di mana rumah ibadah dapat menjadi rumah komunitas dan identitas, terutama ketika kelompok yang dominan menekan ekspresi publik dan penerimaan norma dan nilai-nilai kelompok.
Cite
CITATION STYLE
Ramadan, W., & Mustofa, A. (2022). INTERNALISASI PLURALISME AGAMA DALAM PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL. Nizham Journal of Islamic Studies, 10(02), 13. https://doi.org/10.32332/nizham.v10i02.5424
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.