WACANA YOGA DALAM TEKS TUTUR/TATTVA ABAD XX

  • Gitananda W
  • Darma Putra I
  • Paramita I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Wacana yoga selalu mengalami perkembangan seiring tren wacana otoritatif yang dimungkinkan oleh sifat inklusif ajaran Hindu-Siwaistik di Bali. Artikel ini bertujuan mengelaborasi perkembangan wacana yoga tersebut dalam teks Tutur/Tattva abad XX: Siw?gama, Aji Sangkya, dan Rsi Yadnya Sankya dan Yoga. Dalam rangka itu, pendekatan kualitatif dengan penekanan pada stilistika dan hermeneutika dengan perspektif bandingan dalam memahami teks diterapkan untuk tujuan deskripsi dan interpretasi. Berdasarkan elaborasi, dapat dipahami bahwa ketiga teks menunjukkan masing-masing versi wacana yoga yang dipahami sesuai dengan bacaan (intertekstualitas) yang digunakan dalam rangka penyusunannya. Hal tersebut selain mempertegas dasar pandangan tren wacana, juga menyiratkan bahwa intensionalitas penulis dengan horizon bacaannya masing-masing sangat mempengaruhi konstruksi teks Tutur/Tattva yang disusun secara eclectik, yang dalam hal ini untuk mempertegas posisi keberagamaan Hindu-Siwaistik Bali.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gitananda, W. A. S., Darma Putra, I. G. A., Paramita, I. G. A., Artawan, I. N., Prastawa, I. B. G., & Laksmi Devi, P. D. (2023). WACANA YOGA DALAM TEKS TUTUR/TATTVA ABAD XX. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 23(1), 159–172. https://doi.org/10.32795/ds.v23i1.4108

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free