Abstract
Rabies merupakan penyakit zoonosis yaitu, penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Sebagian besar kasus rabies (98%) disebabkan oleh gigitan anjing penderita rabies, sedangkan sisanya oleh kucing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi anjing lokal enam bulan pasca vaksinasi rabies menggunakan vaksin rabisin. Penelitian ini dilakukan tiga tahap, yaitu: pengambilan sampel darah di Desa Buduk dan Sading, pemisahan serum dan pengujian serum dengan uji enzym linked immunosorbent assay (ELISA) menggunakan 19 sampel anjing lokal dengan pengambilan darah secara acak. Hasil penelitian menunjukkan dari 19 sampel yang diuji sebanyak 17 sampel (89%) memiliki titer antibodi protektif (seropositif) dan dua sampel (11%) belum memiliki titer antibodi protektif (seronegatif). Seropositif adalah nilai Optical Density (OD) di atas 0,5 IU, sedangkan seronegatif adalah nilai Optical Density (OD) di bawah 0,5 IU.
Cite
CITATION STYLE
Sudarmayasa, I. N., Suardana, I. B. K., & Suartha, I. N. (2020). Titer Antibodi Anjing Lokal Enam Bulan Pasca Vaksinasi Rabies. Buletin Veteriner Udayana, 50. https://doi.org/10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p09
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.