Abstract
Latar belakang: Sifilis merupakan penyakit menular yang dapat koinfeksi dengan penyakit lain seperti TB-HIV. Kasus: Laki-laki berusia 24 tahun dengan bercak kemerahan di tangan, badan, dan kaki sejak 2 minggu tanpa gatal, panas, dan nyeri. Pada pemeriksaan fisik tampak makula eritematosa multipel dengan batas tegas, polimorfik, ukuran 0,5-1 cm, disertai skuama. Pemeriksaan VDRL positif titer 1:16 dan TPHA reaktif titer 1:320. Tes 3 reagen HIV dan tes cepat molekuler (TCM) TB didapatkan positif. Pasien alergi terhadap benzathine penicillin G, sehingga diberi terapi alternatif sifilis doxycycline 2x100 mg selama 14 hari. Pasien mengalami perbaikan klinis dan penurunan titer VDRL. Simpulan: Skrining penyakit menular lain seperti HIV dan TB diperlukan pada kasus sifilis karena tingginya insiden koinfeksi sifilis dengan penyakit lain.
Cite
CITATION STYLE
Prameswari, L. N., Alshanti, N. W., & Jannah, A. R. (2025). Sifilis Sekunder Koinfeksi HIV dan Tuberkulosis Paru Alergi terhadap Penicillin. Cermin Dunia Kedokteran, 52(4), 253–257. https://doi.org/10.55175/cdk.v52i4.1246
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.