Kyai and His Familys Criticism and Praise toward Santri at Pesantren

1Citations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The communication system in pesantren tends to be figurative. Kyai andhis family often use figurative patterns to convey criticism and praise to Santri. This study describes the form, type, and function of criticism and praise of kyai and his family to santri. The theory used to explore criticism and praise is a descriptive and socio-pragmatic theory with the ethnographic method of communication. This research is qualitative. The method used in data collectionis the participant observation method. The researchers observed conversations between kyai and their families with the santri, especially those involving criticism and praise. We conducted interviews with koai, pesantren families, and santri equipped with recording and note-taking techniques. The collected data was then reduced and classified based on categories. Subsequently, we transcribedthe data in orthographic form and translated it into Indonesian. The results showed that there were two categories of speech in the pesantren environment, namely criticism and praise; (1) The form of criticism of kyai and his family to santri are reprimands, command, satire, advice, and praise; (2) The forms of praise are motivation, praise, and reprimand. In the motivation and praise, speakersalways use subtle, figurative, and direct sentences, while in the reprimand,speakers always praise the interlocutor by criticizing a third person. [Sistem komunikasi di lingkungan pesantren cenderung berpola kiasan. Pola kiasan tersebut sering digunakan oleh kyai dan keluarganya dalam menyampaikan kritik dan sanjungan kepada santri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, jenis danfungsi kritik dan sanjungan kyai dan keluarganya kepada santri. Teori yang digunakan untuk mengeksplorasi kritik dan sanjungan adalah deskriptif dan sosio-pragmatik dengan metode etnografi komunikasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah simak-libat-cakap. Peneliti menyimak semua percakapan kyai dan keluarganya kepada santri, khususnya tuturan kritik dan sanjungan. Peneliti juga melakukan wawancara pada kyai, keluarga Pesantren, dan santri yang dilengkapi dengan teknik rekam dan catat.Data yang sudah terkumpul direduksi dan diklasifikasikan berdasarkan kategorinya.Kemudian, peneliti melakukan transkripsi data dalam bentuk ortografis dan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kategori tuturan di lingkungan pesantren, yaitu kritik dan pujian. (1) Bentuk kritik kyai dan keluarganya kepada santri adalah berupa teguran, perintah, sindiran, nasehat, dan pujian; (2) bentuk pujian kyai dan keluarganya kepada santri berupa motivasi, pujian dan kritikan. Dalam kalimat motivasi dan pujian, penutur selalu menggunakan bahasa halus, kiasan dan kalimat langsung, sedangkandalam kritikan, penutur selalu memuji mitra tutur dengan mengkritik orangketiga].

Cite

CITATION STYLE

APA

Badrudin, A., Sofyan, A., Salikin, H., Mutaallim, M., & Wijaya, R. (2023). Kyai and His Familys Criticism and Praise toward Santri at Pesantren. KARSA, 31(2), 350–374. https://doi.org/10.19105/karsa.v31i2.10940

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free