Abstract
ABSTRAK Lahirnya komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) ini dilatarbelakangi adanya dua alasan utama yaitu: pertama, keprihatinan atas Indonesia, negeri yang penduduknya mayoritas muslim namun secara sistemik dan massif melegalkan riba melalui adanya bank konvensional. Kedua, gerakan ini dilatarbelakangi dengan adanya kesadaran atas dasar konsep pemikiran cemerlang (akidah Islam) untuk membangkitkan umat muslim Indonesia dari keterpurukan multidimensi, khususnya jebakan dan jeratan ribawi. Penelitianinimerupakanpenelitiankualitatif dan menggunakanpenelitianlapangan (field research).Pendekatan yang digunakanadalahfenomenologi.Dalampengamatanmelihatperubahancaraberfikirmasyarakatdalamkehidupan. Teknikpengumpulan data denganobservasipastisipatif, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: .Tidak ada konsistensi terhadap sejarah munculnya MTR meskipun tidak sepakat terhadap bank, baik bank syariah maupun bank konvensional. Akan tetapi MTR juga tidak menunjukkan lembaga keuangan yang menurut MTR anti riba dan tetap memakai bank di Indonesia sebagai alat untuk sarana kegiatan MTR seperti bentuk transfer peserta dll.
Cite
CITATION STYLE
Wigati, S. (2022). PERCEPTION OF RIBA ACCORDING TO MTR-MASYARAKAT TANPA RIBA (A COMMUNITY WITHOUT USURY). An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 9(1), 50–75. https://doi.org/10.21274/an.v9i1.4837
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.