Abstract
Gangguan siklus menstruasi dapat terjadi karena adanya beberapa faktor seperti stres, aktivitas fisik, status gizi dan usia menarche. Gangguan dalam siklus menstruasi terjadi ketika panjang durasi menstruasi yang terus berubah. Selain terjadinya perubahan pada siklus menstruasi, gangguan menstruasi juga dapat terjadi mulai dari jumlah menstruasi yang terlalu banyak atau tidak mengalami menstruasi sama sekali. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui prevalensi gangguan pada siklus menstruasi serta faktor-faktor yang berhubungan. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 98 responden seluruh siswi di SMK IT Raflesia Depok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dilampirkan dalam bentuk narasi dan tabel. Didapatkan hasil bahwa jumlah siswi yang mengalami siklus mentruasi normal sebanyak 55 responden (56,1%). Didapatkan usia rata-rata 16 tahun memiliki gangguan siklus menstruasi terbanyak (16,3%). Kebanyakan dari responden memiliki siklus mentruasi normal (56,1%), tingkat stres normal (45,9%), aktivitas fisik sedang (52,0%), status gizi normal (60,2%) dan usia menarche normal (71,4%). Setelah dianalisis bahwa adanya hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi dengan p-value 0,048 (<0,005) dan hubungan aktivitas fisik dengan siklus mestruasi dengan p-value 0,016 (<0,005).Kata kunci : Siklus menstruasi, tingkat stres, aktivitas fisik, status gizi, usia menarche.
Cite
CITATION STYLE
Zahra, M. A., Aisyiah, A., & Nurani, I. A. (2023). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI DI SMK IT RAFLESIA DEPOK. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.52020/jkwgi.v7i1.5469
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.