Abstract
Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu hama utama dalam budidaya tanaman kedelai yang dapat menyebabkan kerusakan hingga 80%. Salah satu bentuk pengendalian yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan tanaman bintaro (Cerbera odollam) yang berpotensi sebagai pestisida (insektisida) nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bintaro sebagai pestisida nabati dan mendapatkan konsentrasi ekstrak buah, daun muda, dan daun tua bintaro yang tepat untuk mengendalikan ulat grayak pada tanaman kedelai, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang didesain dalam Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal menggunakan pestisida Bintaro (daun muda, daun tua, dan buah), yang terdiri dari tiga konsentrasi (100 g/l, 200 g/l, dan 300 g/l), ditambah dua perlakuan yaitu, disemprot dengan air dan larutan pestisida sintetis sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan daun dan buah Bintaro pada konsentrasi 100 - 300 g/ l dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut air, belum efektif digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama ulat Spodoptera litura pada tanaman kedelai. Ekstrak daun tua Bintaro (100 g/l) menghasilkan nilai mortalitas dan kecepatan kematian hama tertinggi sebesar 40,00% dan 2,00. Penggunaan ekstrak daun dan buah Bintaro sebagai pestisida nabati tidak menghambat pertumbuhan tanaman kedelai.
Cite
CITATION STYLE
Nugroho Setiawan, A., & Supriyadi, A. (2014). Uji Efektivitas Berbagai Konsentrasi Pestisida Nabati Bintaro (Cerbera manghas) terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) pada Tanaman Kedelai. Planta Tropika: Journal of Agro Science, 2(2). https://doi.org/10.18196/pt.2014.029.99-105
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.