KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT ISLAM DAN PSIKOLOGI (Studi Komparasi Pemikiran Al-Ghazali Dan Erich Fromm)

  • Latifah masruroh
  • Millah I
N/ACitations
Citations of this article
113Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kehidupan manusia dipenuhi dengan berbagai macam harapan dan tujuan, salah satu harapan dan tujuan tersebut yaitu pencapaian kebahagiaan. Dengan segala kelebihannya manusia dituntut untuk menciptakan kehidupan yang seimbang dan serasi di dunia ini, dengan bahagia yang menjadi tujuan utamanya, karena semua manusia mendambakan kebahagiaan dalam kehidupan dunia ini. Kebahagiaan seolah-olah menjadi harapan atau tujuan yang didambakan dalam kehidupan manusia pada umumnya. Artikel ini merupakan kajian komparasi tentang kebahagiaan antara pemikiran Al-Ghazali dari sudut pandang Islam dengan Pemikiran Eric Fromm dari sudut pandang Psikologi. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa konsep kebahagiaan dalam pandangan Islam menurut Al-Ghazali ialah bahwa kebahagiaan akan didapatkan ketika mengenal diri sendiri serta mengenal Allah dan dalam pandangan psikologi menurut Erich Fromm adalah bahwa kebahagiaan akan didapatkan ketika kita tidak menggantungkan hidup pada orang lain maupun benda-benda, akan tetapi pada diri sendiri, dengan menjadi manusia yang aktif dan produktif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Latifah masruroh, & Millah, I. (2021). KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT ISLAM DAN PSIKOLOGI (Studi Komparasi Pemikiran Al-Ghazali Dan Erich Fromm). Counselia; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 2(2), 23–35. https://doi.org/10.31943/counselia.v1i2.23

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free