Penciptaan Wayang Beber Kontemporer Sang Jendral dan Relevansinya Bagi Pendidikan Karakter

  • Sahid N
  • Sukistono D
  • Arisona N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Generasi sekarang kurang mengenal nama pahlawan, kecuali sebagai nama  universitas, jalan, bandara. Mereka lebih mengenal film animasi, drama Korea.  Untuk itu,  peneliti tertarik mengalihwahanakan perjuangan  Jendral Sudirman yang  religius dan  patriotik ke format wayang beber kontemporer. Tujuannya adalah menciptakan wayang beber kontemporer bersumber dari perjuangan Sudirman,  memperkenalkan  pendidikan karakter dari perjuangan Sudirman, dan  menciptakan video pembelajaran bagi siswa kelas VI  SD.  SD.   Penelitian ini menggunakan teori alih wahana. Metode penciptaan menggunakan metode kreativitas  dari Graham Wallas yang mencakup preparation, incubation, illumination, verification.  Hasil penelitian ini berupa pertunjukan (video) paduan wayang beber dengan  monolog, yakni durasi 30 menit, menggunakan Bahasa Indonesia, mengandung nilai nilai pendidikan karakter, tata cahaya dan panggung dibuat menarik, ilustrasi musik  modern dan menggunakan sound effect, narator seorang aktor teater, lukisan wayang  beber berwarna terdiri tiga gulungan, dan tiap gulungan berisi enam adegan.  Penelitian ini berkontribusi dalam menghasilkan model  mengalihwahanakan peristiwa sejarah ke  wayang beber kontemporer.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sahid, N., Sukistono, D., Arisona, N., Lephen, P., Farid Sathotho, S., & Wibono, J. C. (2025). Penciptaan Wayang Beber Kontemporer Sang Jendral dan Relevansinya Bagi Pendidikan Karakter. Panggung, 35(1), 1–24. https://doi.org/10.26742/panggung.v35i1.3753

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free