PERBANDINGAN ALGORITMA K-MEANS DAN K-MEDOIDS DALAM CLUSTERING RATA-RATA PENAMBAHAN KASUS COVID-19 BERDASARKAN KOTA/KABUPATEN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

  • Nirwana S
  • Jambak M
  • Bardadi A
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyebaran yang cukup luas dan cepat, membuat pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan berdampak negatif pada semua sektor seperti kesehatan, pekerjaan dan perekonomian. Dengan kebijakan pemerintah yang mengelompokkan wilayah penanganan Covid-19 menjadi 4 zona, perlu dievaluasi apakah pengelompokkan wilayah tersebut sudah tepat menggunakan teknik clustering data mining dengan algoritma K-Means dan K-Medoids. Dari hasil pengujian algoritma K-Means memberikan nilai DBI terbaik adalah 0.078 pada K=2. Sedangkan algoritma K-Medoids memberikan nilai DBI terbaik adalah 0.250 pada K=3. Sehingga kesimpulan yang didapatkan, pembagian wilayah penanganan Covid-19 di provinsi Sumatera Selatan dibagi menjadi 2 cluster (yaitu Kota Palembang dan Luar Kota Palembang) atau menjadi 3 cluster (yaitu Kota Palembang, dekat dengan Kota Palembang dan jauh dari Kota Palembang).   Kata kunci: Covid-19, K-Means, K-Medoids, Clustering, DBI

Cite

CITATION STYLE

APA

Nirwana, S. D., Jambak, M. I., & Bardadi, A. (2022). PERBANDINGAN ALGORITMA K-MEANS DAN K-MEDOIDS DALAM CLUSTERING RATA-RATA PENAMBAHAN KASUS COVID-19 BERDASARKAN KOTA/KABUPATEN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN. JSiI (Jurnal Sistem Informasi), 9(2), 126–131. https://doi.org/10.30656/jsii.v9i2.5127

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free